Kamis, 17 Desember 2015

Laporan Hasil Kunjungan “Museum Sri Baduga” Bandung Jawa Barat Manajemen Museum

Museum Sri Baduga
Oleh
Neng Dewi Kurnia
1305540
Perpustakaan dan Ilmu Informasi

Informasi merupakan hal yang penting dan sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap individu. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan informasi salah satunya dengan mengunjungi Museum. Banyak sumber dan ahli yang mendifinisikan Museum secara berbeda dari segi penggunaan kata namun memiliki makna yang sama. Definisi museum menurut Internasional Council of Museum (ICOM),  yaitu:   
 “A museum is a non-profit, permanent institution in the service of society and its development, open to the public, which acquires, conserves, researches, communicates and exhibits the tangible and intangible heritage of humanity and its environment for the purpose of education, study and enjoyment”.
“Museum adalah lembaga non-profit yang bersifat permanen yang melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, yang bertugas untuk mengumpulkan, melestarikan, meneliti, mengkomunikasikan, dan memamerkan warisan sejarah kemanusiaan yang berwujud benda dan takbenda beserta lingkungannya, untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan hiburan”.
(http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2011-2-00956-DI%20Bab2001.pdf).
Museum Sri Baduga merupakan museum yang berada di bawah naungan  Pemerintah Daerah Jawa Barat dan Dinas Pariwisata. Museum ini mulai dibangun  pada tahun 1974, selesai dibangun dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Daoed Joesoef,  pada tanggal 5 Mei 1980. Setelah diresmikan Museum Sri Baduga yang pada saat itu masih bernama Museum Provinsi Jawa Barat mulai digunakan. Museum ini adalah bekas kewedanaan No.385 Jalan Otista, yang tetap dipertahankan sebagai salah satu tempat cagar budaya Jawa Barat. Sepuluh tahun kemudian, 1 April 1990 nama museum ini ditambahkan dengan nama Sri Baduga, yang diambil dari nama depan Raja Padjajaran “Sri Baduga Maharaja Ratu Haji Dipakwan Padjajaran Sri Sang Ratu Dewata”, atau yang lebih dikenal dengan julukan Prabu Siliwangi. Beliau dijuluki Prabu Siliwangi karena kemampuannya dalam menaklukan dua kerajaan Sunda yang dulu hubungannya terpecahkan dan saling bermusuhan, yaitu kerajaan Sunda Galuh dan kerajaan Sunda Padjajaran. Museum ini tidak hanya memamerkan sejarah kebudayaan kerajaan Sunda Galuh saja, tetapi juga sejarah kebudayaan Sunda Padjajaran. Nama Sri Baduga ini dipakai dengan tujuan agar masyarakat Jawa Barat ini tetap mengenang sejarah Jawa Barat.
Museum Sri Baduga berlokasi di Jl. BKR, No. 185 Bandung Jawa Barat. Dari sisi Geografi kota ini terletak diantara 1070 36' Bujur Timur dan 600 55' Lintang Selatan. Selain kota ini menjadi kota yang bersejarah pada masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia juga memiliki posisi geografis yang sangatlah strategis baik dari sisi, komunikasi, perekonomian dan transportasi berada dalam poros jalan raya nasional dan poros jalan raya wisata.
Kota yang berada pada ketinggian 791 m dpl yang dikelilingi perbukitan dan gunung disekitarnya sangat potensial secara ekosistem dan lingkungan. Ditambah lagi dengan kondisi iklim kota yang lembab dan sejuk dengan temperatur rata rata 23,10 C dan curah hujan rata rata 204,11 mm / tahun memungkinkan orang untuk nyaman beraktifitas dan berekreasi.
Sebuah lokasi museum yang cukup strategis sehingga mudah untuk dikunjungi karena berada dekat dengan  jalan raya yang banyak dilalui kendaraan. Tidak jauh dari Museum Sri Baduga terdapat Monumen Bandung Lautan Api yang sering dikunjungi oleh masyarakat dengan berbagai tujuan, ada yang ingin menikmati pemandangannya dan ada juga yang sekedar berfoto saja.
Museum Sri Baduga memiliki Halaman museum yang dapat digunakan sebagai tempat parkir dengan daya tampung sampai dengan 20 buah bus dan sering digunakan untuk pertunjukan ataupun latihan anak sekolahan seperti pencak silat dan biasanya diadakan perlombaan kaulinan zaman baheula.
Lingkungan sekitar museum sangat asri, nyaman dan menyejukkan mata meskipun berada dekat jalan raya. Lingungan yang asri dan nyaman membuat para pengunjung betah dan tertarik untuk datang lagi ke museum.
Bangunan Museum berbentuk atap rumah panjang dan rumah panggung tradisional  khas Jawa Barat yang dipadukan dengan gaya arsitektur modern; adapun bangunan aslinya tetap dipertahankan dan difungsikan sebagai ruang perkantoran. Museum dibangun dengan bentuk seperti itu untuk memunculkan kesan klasik modern yang tidak melupakan ciri khas Jawa Barat. Bangunan ini merupakan adaptasi dari kantor kewedanaan Tegal Lega. Dari luar museum sudah terbayang bagaimana koleksi ditata dengan sedemikian rupa bergaya klasik modern. Namun setiap pengunjung pasti memiliki pandangan yang berbeda sebelum memasuki museum yang bergaya klasik modern ini, meski demikian satu hal yang pasti sama yaitu setiap pengunjung pasti tidak sabar ingin segera mengetahui keadaan di dalam museum.Museum ini sudah berusia 41 tahun sejak dibangun pada tahun 1974.
Museum sribaduga memiliki 3 lantai. Lantai 1 Museum Sri Baduga ini berisi koleksi yang berkaitan dengan kebudayaaan dan kepercayaan Jawa Barat, seperti arca, fosil-fosil binatang purba, gambar-gambar tempat bersejarah di Jawa Barat misalnya Banten, Karawang, Garut, Cianjur.
Lantai 2 berisi koleksi-koleksi yang berkaitan dengan mata pencaharian masyarakat Jawa Barat dari zaman dahulu, tetapi ada juga yang saat ini masih banyak ditemukan di masyarakat kalangan menengah ke bawah. Koleksi-koleksi yang ada di lantai 2 ini diantaranya yaitu tanggungan kecap, tanggungan tempe, tanggungan cincau, tanggungan minyak goreng curah, alat penggilingan padi tradisional yang terbuat dari rotan dan kayu,dan lain-lain.
Lantai 3 berisi koleksi-koleksi yang berkaitan dengan teknologi dan kesenian Jawa Barat. Misalnya baju-baju pengantin tradisional dari berbagai daerah seperti cirebon.
Pintu masuk utama dapat ditemukan dengan mudah karena tepat berada di bawah tulisan Museum Sri Baduga. Pintu masuk utama ini cukup menarik karena ketika masuk langsung disuguhi pemandangan yang asri dengan adanya tanaman yang dapat menyejukkan suasana. Museum ini tidak menyediakan fasilitas khusus untuk kaum difabel meskipun di area pintu masuk disediakan akses untuk kaum difabel yang duduk di kursi roda. Hal tersebut sangat disayangkan mengingat banyaknya kaum difabel yang juga tertarik untuk berkunjung ke Museum Sri Baduga.
Museum Sri Baduga dibuka pada hari Senin s/d Jum'at pukul 08.00 s/d 15.00 WIB, Sabtu dan Minggu pukul 08.00 s/d 14.00 WIB, hari libur nasional lainnya tutup. Untuk bisa masuk ke museum ini sangat murah dan terjangkau. Dewasa hanya dikenakan biaya Rp.3.000,- , anak-anak dikenakan biaya Rp.2.000,-. Tetapi untuk pelajar dan mahasiswa yang ingin melakukan observasi dan sudah membuat janji serta mengirimkan surat, tidak dipungut biaya.
Pengunjung disambut dan dilayani dengan baik, para pemandu dengan sabar memberikan informasi yang dibutuhkan pengunjung secara lengkap dan menyeluruh. Museum ini dapat dimasuki oleh anak-anak hingga dewasa.
Untuk lebih meningkatkan daya apresiasi masyarakat terhadap museum, berbagai kegiatan telah dijalankan, baik yang bersifat kegiatan mandiri ataupun kerjasama kegiatan yang bersifat lintas sektoral dengan berbagai instansi pemerintah, swasta, maupun lembaga asing; diantaranya berupa penyelenggaraan pameran temporer, pameran keliling, pameran bersama dengan museum dari berbagai propinsi, berbagai macam lomba untuk tingkat pelajar, ceramah, seminar, lokakarya, dan sebagainya.
Museum Sri Baduga menyimpan berbagai benda koleksi. Sampai tahun 2015 sekarang ini sudah ada sekitar 7000 koleksi. Baik koleksi dalam bentuk set maupun dalam bentuk satuan. Ada 10 klasifikasi koleksi yang digunakan di museum ini, yaitu :
01.  Geologika Geografika
Yaitu koleksi yang berkaitan dengan batuan dan juga alat-alat geologi.
02.  Biologika
Yaitu koleksi yang berkaitan dengan mahluk hidup pada zaman dahulu, seperti binatang dan manusia.
03.  Etnografiika
Yaitu koleksi-koleksi seperti perkakas dan barang-barang yang pernah digunakan dalam kehidupan sehari-hari manusia pada zaman dahulu yang mencirikan suatu etnik.
04.  Arkeologika
Yaitu koleksi-koleksi yang merupakan peninggalan-peninggalan alat-alat arkeologi sejak masuk masa pra-sejarah sampai masuknya masa kolonial, misalnya prasasti dan kapak.
05.  Filologika
Yaitu koleksi-koleksi yang bersifat tulisan, seperti naskah-naskah tulisan tangan.
06.  Nurismatika – Heraldika
Yaitu koleksi-koleksi seperti uang dan lambang-lambang yang digunakan pada zaman dahulu.
07.   Historika
Yaitu koleksi yang merupakan seluruh benda yang berkaitan dengan perjuangan.
08.  Kramologika
Yaitu koleksi-koleksi seperti keramik atau barang-barang yang datang dari negara luar, tetapi biasanya bukan untuk digunakan sehari-hari, dan datang dari negara luar, bukan buatan lokal, sehingga bisa disebut sebagai bukti masuknya kebudayaan luar.
09.  Seni Rupa
Yaitu koleksi yang merupakan ungkapan-ungkapan estetika manusia baik dalam bentuk 2 dimensi atau 3 dimensi. Misalnya lukisan atau patung.
10.  Teknologi
Yaitu koleksi-koleksi yang berfungsi untuk mengubah sesuatu, atau membuat sesuatu. Misalnya alat tenun.
Tugas museum ini adalah untuk menjaga kebudayaan Jawa Barat, dan memamerkan kebudayaan tersebut kepada masyarakat umum, sebagai sarana belajar dan mengajar, sebagai cara mengenal kebudayaan dan sejarah, dan juga bisa diajdikan sebagai sarana rekreasi masyarakat yang mendidik. Pada awalnya koleksi yang ada di museum ini adalah koleksi yang dikumpulkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, tetapi sekarang sudah banyak bertambah dengan koleksi yang didapat dari penelitian, ataupun dari pengadaan sumber lain.
Sumber-sumber pengadaan lain yang dimaksud diantaranya adalah :
ü Hibah, yaitu pemberian dari pihak yang menemukan atau mempunyai koleksi tertentu, yang biasanya merasa bahwa koleksi tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya, tetapi pihak tersebut tidak mampu untuk mengurusnya, jadi koleksi tersebut diberikan kepada museum ini.
ü Ganti rugi, yaitu ketika ada seseorang yang menemukan atau mempunyai koleksi  yang mempunyai nilai sejarah dan budaya, kemudian seseorang tersebut ingin memberikan  koleksi itu kepada museum ini dengan ganti rugi, dengan kata lain koleksi ini dijual oleh penemu atau pemiliknya tersebut. Dalam pengadaan koleksi melalui cara ganti rugi ini tentunya pihak museum hars benar-benar jeli dan teliti dalan memilih koleksi mana yang  patut untuk dijadikan koleksi museum ini atau tidak, misalnya dilihat dari nilai sejarahnya apakah memang mengandung sejarah yang berkaitan dengan Jawa Barat atau tidak, kemudian dari segi biaya juga harus dipertimbangkan, apakah harga yang ditawarkan oleh pemiliknya itu sesuai dengan nilai sejarahnya, apakah dana yang tersedia juga mencukupi untuk pembelian. Untuk anggaran pengadaan koleksi di museum ini, setiap tahunnya ada anggaran khusus dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Apabila dana untuk satu tahun itu tidak digunakan semua, maka sisanya dikembalikan kepada pihak Dinas, sebaliknya jika dana tersebut tidak mencukupi untuk pembelian tahun itu maka pembelian dilakukan sebagian dulu atau ditargetkan untuk tahun depan, dan terus berlaku seperti itu setiap tahunnya.
ü Titipan, yaitu ada beberapa koleksi yang merupakan titipan dari seseorang atau masyarakat sekitar yang merasa tidak mampu untuk menjaga dan mengurus koleksinya tersebut. Dalam proses penerimaan koleksi titipan ini harus ada oerjanjian yang sah terlebih dahulu antara pihak pemilik dan pihak museum, perjanjian tesebut mengenai persetujuan tentang pembiayaan perawatan, berapa lama koleksi tersebut dititipkan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan koleksi tersebut. Persetujuan-persetujuan ini harus ada untuk menghindari munculnya masalah atau sesuatu yang tidak diharapkan, agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Untuk pengadaan koleksi museum, tidak bisa ditentukan cara apa yang lebih tepat untuk mengadakan koleksi, karena hal itu disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan koleksi itu sendiri. Di museum Sri Baduga ini, masyarakat dibebaskan untuk ikut mengadakan koleksi, baik itu melalui cara hibah, ganti rugi ataupun titipan. Tentunya dengan mengikuti aturan-aturan dan kebijakan yang diberlakukan oleh pihak museum, demi terjaganya kemurnian budaya jawa barat. Dan demi menjaga keamanan koleksinya itu sendiri.
Koleksi-koleksi yang ada di Museum ini tentunya harus dirawat dengan baik untuk menjaga kelestariannya, dan juga agar koleksi-koleksi tersebut bisa dilayankan kepada masyarakat sebagai bukti sejarah dan budaya Jawa Barat. Perawatan koleksi di museum ini berbeda-beda untuk setiap koleksi, tergantung dari bahan apa koleksi tersebut dibuat, dan bagaimana cara perawatan yang tepat terhadap koleksi tersebut. Misalnya untuk koleksi yang berbahan kulit, kertas, dan kain akan sangat rentan terhadap kerusakan, sehingga pihak museum melakukan fumigasi untuk perawatan koleksi tersebut.
Fumigasi adalah salah satu cara melestarikan bahan pustaka dengan cara mengasapi bahan pustaka agar jamur tidak tumbuh, binatang mati, dan perusak bahan pustaka lainya terbunuh. Kata fumigasi diambil dari kata latin Fumigare yang berarti pengasapan.
·         Pelaksanaan Fumigasi
1.      Fumigasi dengan Carbon Disulfit (CS2)
Fumigasi yang menggunakan Carbon Disulfit (CS2) yang dicampur dengan Carbon Tetra Clorida (CCL4), dengan perbandingan 1:1 dalam 1 liter dapat digunakan ruangan seluas 2m3
2.      Fumigasi dengan Methyl Bromida (CH3Br)
            Tiap satu meter kubik ruangan diperlukan 16-32 gram Methyl Bromida
3.      Fumigasi dengan Thymol Cristal
Tiap satu meter kubik diperlukan Thymol Cristal sebanyak 50 gram
4.      Fumigasi dengan menggunakan napthaline
Untuk satu meter kubik ruangan, diperlukan 810 gram napthaline

·         Ruang Fumigasi
Pekerjaan fumigasi ini harus dilengkapi dengan :
1.    Ruangan,lemari atau kotak tertentu.
2.    Perlengkapan petugas seperti topeng penahan gas dan baju laboratorium.
3.    Bahan kimia untuk proses pengasapan.
4.    Kipas angin atau blower dan alat pembersih.

·         Berikut ini beberapa contoh sebagai pedoman fumigasi :
a.         Fumigasi untuk buku-buku yang berjumlah besar, tempat mengadakanya ialah diseluruh gedung atau seluruh ruangan penyimpanan bahan pustaka, bahan yang digunakan Hydrogen Cyadine, Methyl Bromide.
b.         Fumigasi untuk beberapa ratus buku. Ruangan yang digunakan untuk keperluan fumigasi ialah ruangan khusus yang dihama udarakan, bahan yang didinginkan ialah Ethlene Oxide dan Carbondioxide.
c.         Fumigasi untuk beberapa ratus buku. Ruangan yang digunakan ialah ruangan khusus, bahan yang digunakan ialah Methyl Bromide.
d.        Fumigasi untuk beberapa buah buku, ruangan yang digunakan ialah lemari yang tidak dapat masukan udara, kotak atau kaleng biscuit yang tertutup, bahan yang digunakan kristal paradichlorobenzene.

Ada beberapa koleksi yang tidak terlalu membutuhkan perhatian yang intens, seperti koleksi yang berbahan batu dan keramik. Koleksi-koleksi ini tidak terlalu sulit perawatannya karena tidak harus selalu dilakukan waktu yang bertahap, tapi tergantung pada keadaan koleksi tersebut. Kemudian koleksi yang berbahan kayu tidak terlalu sulit dan juga tidak terlalu mudah, waktu pelaksanaan perawatannya pun tidak difokuskan pada waktu tertnetu.
Selain melakukan konservasi atau perawatan, pihak museum juga melakukan kegiatan restorasi atau perbaikan terhadap koleksi yang mengalami kerusakan. Perbaikan yang dilakukan tergantung pada bahan koleksi tersebut, sejauh mana kerusakannya, dan bagaimana cara yang paling tepat untuk memperbaikinya dan apa bahan yang digunakan untuk memperbaiki koleksi tersebut.
Koleksi yang ditampilkan cukup mengesankan, penempatan koleksi ditata sedemikian rupa seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya. Sejauh ini museum sudah melakukan tugasnya dengan baik. Tempatnya nyaman dan sangat menarik.
Areal museum yang luasnya mencapai 8.415,5 m2 dibagi menjadi dua bagian; wilayah publik (public area), mencakup gedung pameran dan auditorium dan wilayah buka publik (non public area), mencakup ruang perkantoran Kepala Museum, Sub Bagian Tata Usaha, Kelompok Kerja Bimbingan dan Edukasi, Kelompok Kerja Konservasi dan Preparasi serta Kelompok Kerja Koleksi (termasuk di dalamnya Gedung Penyimpanan Koleksi). 
Museum Sri Baduga menyediakan beberapa fasiltas penunjang sebagai berikut:
1.      Auditorium
Digunakan sebagi ruang audio visual, dan pertunjukan berbagai kesenian Jawa Barat baik tradisional maupun yang sedang berkembang sekarang. Selain itu ,pada ruangan ini digunakan pula sebagai tempat untuk penerimaan rombongan pengunjung yang datang ke museum untuk mendapatkan informasi pendahuluan sebelum masuk ke ruang pameran.
2.      Perpustakaan
Selain mengunjungi ruang pameran museum pengunjung dapat pula melihat koleksi buku perpustakaan. Perpustakaan dibuka pada hari Senin Sampai dengan jumat pukul 08.00 - 15.30 WIB.

3.      Ruang Pameran Khusus
Digunakan sebagai tempat penyelenggaraan kegiata pameran khusus yang diselenggarakan oleh museum sendiri maupun disewakan untuk umum,biasanya dari sekolah ataupun pemerintah.
4.      Ruang Seminar
Digunakan sebagai tempat untuk pelaksanaan kegiatan seminar, saresehan ceramah dan kegiatan rapat yang diselenggarakan oleh museum maupun untuk disewakan.
5.      Musholla
Digunakan untuk solat bagi pengunjung dan staf yang beragama Islam.
6.      Tempat Parkir
Museum Sri Baduga memiliki Halaman museum yang dapat digunakan sebagai tempat parkir dengan daya tampung sampai dengan 20 buah bus dan sering digunakan untuk pertunjukan ataupun latihan anak sekolahan seperti pencak silat dan biasanya diadakan perlombaan kaulinan zamah baheula.
Selain fasilitas diatas, museum ini menyediakan juga akses internet gratis (wifi) dan ada pula fasilitas yang mendukung dalam sarana pembangunan museum yaitu akses jalan bagi pengunjung kebutuhan khsus sehingga pengunjung akan dengan mudah untuk mencari informasi di dalam museum. Selain itu, ada pula exit emergency yang mudah digunakan untuk membantu pengunjung ketika terdapat kejadian yang tidak diingnkan. Dan selain exit emergency ada juga alat pemadam pembakaran di setiap lantainya. 
Pihak museum sangat peduli dengan kenyamanan para pengunjung, maka dari itu fasiliats-fasilitas tersebut disediakan. Museum memiliki kantin namun sedang tutup, di halaman samping museum ada beberapa penjual makanan yang menyajikan makanan khas Jawa Barat seperti batagor, bakso cuanki dan gorengan.
Untuk menjaga museum ini dilakukan pengamanan dari berbagai aspeknya, baik itu dari aspek keamanan keberadaaan koleksi, keamanan hak kepemilikan koleksi,dan lain-lain.
Ada beberapa landasan hukum yang menaungi kegiatan Mueseum ini, yaitu :
a.       Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 1995
b.      Undang-undang BCB Tahun 2010
c.       Peraturan daerah
Kemudian untuk pengamanan museumnya itu sendiri dilakukan beberapa upaya yaitu :
a.       Ada 3 orang yang bertugas sebagai staf keamanan atau di museum ini yang biasa disebut dengan KAMDA ( keamanan dalam).
b.      Dipasang beberapa buah CCTV untuk mengawasi dan memantau setiap kegiatan yang dilakukan di museum ini.
c.       Lokasi museum ini berdekatan dengan asrama polisi, sehingga lingkunganpun cenderung aman.
d.      Disetiap sisi bangunan luar dipasang pagar tinggi sebagai benteng pengamanan museum ini, agar akses dari luar dapat terkendali dari pintu masuk saja, tidak bisa ada orang yang sembarangan masuk lewat jalan pinggir atau belakang.
e.       Ada alarm di setiap ruangan khusus yang didalamnya tersimpan koleksi-koleksi atau barang-barang penting, sehingga ketika ada akses ke ruangan tersebut diluar waktu yang ditentukan, alarm tersebut akan berbunyi sebagai pemberitahuan adanya akses yang patut dicurigai.
Museum Sri Baduga menyediakan berbagai koleksi mengenai Geologika, Biologika, Etnografika, Arkeologika, Historika, Numismatika/Heraldika, Filologika, Keramik, Seni Rupa dan Teknologi. Banyak sekali koleksi mengenai sejarah pada zaman dahulu.
Di setiap koleksi yang disajikan di dalam museum terdapat pula bagian informasi di setiap koleksinya berupa label. Pelabelan koleksi dilakukan oleh bagian seksi perlindungan dan jabatan fungsional. Label tersebut cukup membantu pengunjung dalam pemenuhan informasi yang dibutuhkannya.
Visitors Service di Museum Sri Baduga sudah cukup baik, hanya saja yang menjadi Tour Guide tidak berasal dari ahli pariwisata. Meski demikian pada saat melakukan tour mereka cukup mahir dalam menjelaskan mengenai isi sejarah museum tersebut. Museum Sri Baduga ini dapat membangkitkan rasa penasaran pengunjung untuk mengetahui lebih dalam mengenai koleksi museum. Museum ini merupakan museum yang sangat nyaman untuk dikunjungi. Pengunjung tidak diperbolehkan makan dan minum di ruang pameran utama dan kontemporer, tetapi diperbolehkan makan di ruang panggung terbuka.Karena suasana museum yang cukup nyaman, maka tidak menutup kemungkinan jika para pengunjung ingin datang kembali ke museum.
Museum Sri Baduga memiliki kekurangan yaitu dari segi pelayanan, sumber daya manusia dan penyampaian informasi (promosi). Dari segi pelayanan,  museum Sri Baduga kekurangan sumber daya manusia khususnya tour guide/ pemandu. meskipun pengunjung sudah dilayani dengan baik, tetapi jika museum sedang ramai pengunjung, pihak museum kewalahan melayaninya dikarenakan jumlah pemandu yang terbatas. Dari segi penyampaian informasi (promosi), informasi mengenai museum kurang tersampaikan karena terebentur anggaran. Meskipun museum Sri Baduga sudah memiliki website yang bisa dikunjungi.
Kelebihan museum ini, terus berusaha meningkatkan fasilitas, koleksi yang dimilikinya dan juga menyediakan tempat untuk mahasiswa yang ingin PPL di museum ini.  Lokasi museum yang cukup strategis memudahkan untuk dikunjungi menjadi kelebihan tersendiri bagi Museum Sri Baduga ini.
                                                                                   
Sumber :
Akbar, Ali. (2010).  Museum di Indonesia Kendala dan Harapan. [Online]
Diakses pada 16 Desember 2015
 [s.n]. (2011).Bab Ii Tinjauan Umum. [Online].
http://www.museumsribaduga.jabarprov.go.id/#





2 komentar:

  1. Bet1xbet korean Sports Betting - Legalbet
    Online Bet1xbet has the following benefits: · Online 1xbet korean Bet1xBet allows you to หารายได้เสริม place wagers for a wide range kadangpintar of markets in a range of markets. · The Bet1xbet online sports betting

    BalasHapus
  2. How to win at roulette with a casino site - Lucky Club Live
    › lucky-club › sports-in- › luckyclub.live lucky-club › sports-in- Nov 2, 2021 — Nov 2, 2021 When betting roulette with the casino operator you are simply not likely to encounter any roulette bets, there is something unique to having to have the fun of

    BalasHapus